Hubungan Kualitas Tidur dengan Kesehatan Mental pada Mahasiswa
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kesehatan Mental pada Mahasiswa
Bagi mahasiswa, begadang sering dianggap sebagai bagian dari perjuangan akademik. Tugas yang menumpuk, persiapan ujian, kegiatan organisasi, hingga kebiasaan menyelesaikan pekerjaan pada malam hari dapat membuat waktu tidur menjadi hal yang dikorbankan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena tidur merupakan bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Pada mahasiswa, masalah tidur juga berkaitan dengan stres dan berbagai masalah kesehatan mental (Gardani et al., 2022).
Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur. Tidur yang sehat mencakup durasi yang cukup, waktu tidur yang sesuai, keteraturan, tidak adanya gangguan tidur, serta kualitas tidur yang baik. Dengan demikian, seseorang yang tidur dalam waktu cukup belum tentu memperoleh tidur yang optimal apabila tidurnya sering terganggu atau kualitas tidurnya buruk (Watson et al., 2021).
Bagi orang dewasa, termasuk sebagian besar mahasiswa, rekomendasi umum adalah tidur 7 jam atau lebih setiap malam. Namun, kebutuhan tidur setiap individu dapat berbeda. Oleh karena itu, selain memperhatikan durasi tidur, keteraturan dan kualitas tidur juga penting dalam menjaga kesehatan (Watson et al., 2021).
Mengapa tidur begitu penting bagi kesehatan mental?
Saat tidur, tubuh dan otak menjalankan berbagai proses yang mendukung fungsi sehari-hari. Tidur yang baik berhubungan dengan fungsi kognitif, pengaturan emosi, dan kesehatan mental. Sebaliknya, gangguan tidur dan kualitas tidur yang buruk dapat berkaitan dengan meningkatnya masalah psikologis. Pada mahasiswa, penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup konsisten antara kualitas tidur yang buruk, insomnia, dan stres (Gardani et al., 2022).
Dalam kehidupan mahasiswa, dampaknya dapat terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Seseorang yang tidur tidak teratur dapat mengalami kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, serta lebih sulit menghadapi tuntutan akademik. Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan mental, tetapi dapat menjadi tanda bahwa pola tidur dan kesejahteraan dirinya perlu lebih diperhatikan. Penelitian pada mahasiswa juga menunjukkan adanya hubungan antara kualitas tidur dengan berbagai aspek kesehatan mental, termasuk stres, kecemasan, dan depresi (Gardani et al., 2022; Scott et al., 2022).
Hubungan antara kualitas tidur dan kesehatan mental bukanlah hubungan satu arah. Ketika seseorang mengalami stres atau masalah psikologis, kondisi tersebut dapat mengganggu pola dan kualitas tidurnya. Sebaliknya, tidur yang buruk juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatur emosi dan menghadapi tekanan. Hubungan timbal balik antara tidur dan kesehatan mental juga terlihat dalam penelitian longitudinal, yang menunjukkan bahwa kualitas tidur dan gejala psikologis dapat saling memengaruhi dari waktu ke waktu (Scott et al., 2022).
Karena itu, menjaga kualitas tidur dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Kesehatan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga tidur sebaiknya dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2024 terhadap 35 penelitian dengan total 16.275 mahasiswa di Afrika menemukan bahwa prevalensi kualitas tidur buruk mencapai 63,31%. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa stres dan penggunaan perangkat elektronik pada waktu tidur berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk (Nakie et al., 2024).
Penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur juga perlu diperhatikan. Penelitian pada mahasiswa juga menemukan bahwa penggunaan perangkat elektronik dalam waktu dua jam sebelum tidur berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk, sehingga membatasi penggunaan gawai sebelum tidur dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk memperbaiki kebiasaan tidur (Kang & Chen, 2021).
Daftar Pustaka
Gardani, M., Bradford, D. R. R., Russell, K., Allan, S., Beattie, L., Ellis, J. G., & Akram, U. (2022). A systematic review and meta-analysis of poor sleep, insomnia symptoms and stress in undergraduate students. Sleep Medicine Reviews, 61, 101571. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2021.101571
Kang, S., & Chen, M. (2021). Electronic device use before bedtime and sleep quality among university students. Healthcare, 9(9), 1180. https://doi.org/10.3390/healthcare9091180
Nakie, G. N., Takelle, G. M., Rtbey, G. G., Andualem, F. A., Tinsae, T. T., Kassa, M. A., Tadesse, G. T., Fentahun, S. F., Wassie, Y. A., Segon, T., Kibralew, G., & Melkam, M. (2024). Sleep quality and associated factors among university students in Africa: A systematic review and meta-analysis study. Frontiers in Psychiatry, 15, 1370757. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1370757
Scott, A. J., Webb, T. L., Martyn, K., Rowse, G., & Weich, S. (2022). Improving university students’ mental health using multi-component and single-component sleep interventions: A systematic review and meta-analysis. Sleep Medicine Reviews, 61, 101556. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2021.101556
Watson, N. F., Badr, M. S., Belenky, G., Bliwise, D. L., Buxton, O. M., Buysse, D., Dinges, D. F., Gangwisch, J., Grandner, M. A., Kushida, C., Malhotra, R. K., Martin, J. L., Patel, S. R., Quan, S. F., & Tasali, E. (2021). Sleep is essential to health: An American Academy of Sleep Medicine position statement. Journal of Clinical Sleep Medicine, 17(10), 2115–2119. https://doi.org/10.5664/jcsm.9476
Komentar
Posting Komentar