Bahaya Terlalu Lama Duduk bagi Kesehatan Organ Dalam
Bahaya Terlalu Lama Duduk bagi Kesehatan Organ Dalam
Perilaku sedentari atau duduk terlalu lama dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak buruk yang luas bagi kesehatan organ-organ vital di dalam tubuh. Ketika tubuh berada dalam posisi tidak aktif selama berjam-jam, pembakaran energi dan aliran darah melambat secara drastis, yang berdampak langsung pada kerja sistem kardiovaskular. Hambatan ini memicu penurunan aktivitas enzim pemecah lemak, sehingga kolesterol jahat dan trigliserida berakumulasi di pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung (Hamilton et al., 2007).
Di saat yang sama, penurunan aktivitas otot mengganggu sensitivitas tubuh terhadap insulin. Pankreas dipaksa bekerja ekstra keras memproduksi insulin guna mengontrol kadar gula darah, yang jika terjadi terus-menerus dapat memicu resistensi insulin dan diabetes tipe 2 (Wilmot et al., 2012). Dampak metabolisme ini juga merambat ke organ hati, di mana penumpukan lemak berlebih akibat kurang bergerak berisiko tinggi menyebabkan Non-Alcoholic Fatty Liver Disease atau perlemakan hati kronis (Ryu et al., 2015).
Sistem pencernaan dan ekskresi pun tak luput dari efek negatif gaya hidup pasif ini. Kurangnya pergerakan fisik secara signifikan memperlambat motilitas usus, memicu konstipasi, serta meningkatkan risiko terjadinya kanker kolorektal akibat peradangan sistemik (Biswas et al., 2015). Sementara itu, gangguan pada regulasi tekanan darah dan metabolisme glukosa akibat duduk terlalu lama memperberat beban kerja ginjal, yang dalam jangka panjang dapat merusak fungsi filtrasi organ tersebut dan memicu penyakit ginjal kronis (Bharakhda et al., 2012).
Daftar Pustaka
Bharakhda, N., Chen, Y. L., Yates, T., Davies, M. J., Wilmot, E. G., Edwardson, C., ... & Khunti, K. (2012). Sitting time and kidney function markers in the Stand Up for Victoria study. Journal of Science and Medicine in Sport, 15, S262.
Biswas, A., Oh, P. I., Faulkner, G. E., Bajaj, R. R., Silver, M. A., Mitchell, M. S., & Alter, D. A. (2015). Sedentary time and its association with risk for disease incidence, mortality, and hospitalization in adults: a systematic review and meta-analysis. Annals of Internal Medicine, 162(2), 123-132.
Hamilton, M. T., Hamilton, D. G., & Zderic, T. W. (2007). Role of low energy expenditure and sitting in obesity, metabolic syndrome, type 2 diabetes, and cardiovascular disease. Diabetes, 56(11), 2655-2667.
Ryu, S., Chang, Y., Jung, H. S., Yun, K. E., Kwon, M. J., Choi, Y., ... & Shin, H. (2015). Sedentary time and physical activity associated with fatty liver disease in middle-aged men and women. Journal of Hepatology, 63(5), 1229-1235.
Wilmot, E. G., Edwardson, C. L., Achana, F. A., Davies, M. J., Gorely, T., Gray, L. J., ... & Biddle, S. J. (2012). Sedentary time in adults and the association with diabetes, cardiovascular disease and death: systematic review and meta-analysis. Diabetologia, 55(11), 2895-2905.

Komentar
Posting Komentar